Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya menghadirkan program literasi bertajuk “ Eksplorasi Dunia dengan Cerita” di SD Negeri Kebalanpelang dan MI Tarbiyatul Athfal, Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, pada Jumat-Sabtu, 17-18 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2026 kelompok 55 ini menyasar siswa kelas II dan III, dengan total 29 siswa di SD Negeri Kebalanpelang dan 43 siswa di MI Tarbiyatul Athfal. Program in juga sekaligus menjadi bagian dari pemenuhan matriks KKN Literasi Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS).
Program ini ditujukan sebagai upaya dalam meningkatkan minat baca, kemampuan menyimak, dan pemahaman isi cerita melalui kegiatan membaca nyaring yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan diawali dengan sambutan hangat untuk membangun kegiatan dengan para siswa. Siswa kemudian dibagi menjadi 5 kelompok dengan tiap kelompok terdapat 2 mahasiswa MMD yang menjadi fasilitator dalam membacakan buku cerita
Kegiatan diawali dengan pembagian siswa menjadi 5 kelompok. Dalam 1 kelompok terdapat 4 hingga 9 siswa dengan 2 mahasiswa MMD. Lalu dilanjutkan dengan sesi membaca nyaring, di mana mahasiswa MMD membacakan buku cerita dengan intonasi dan ekspresi yang ekspresif, serta penuh penghayatan. Alih-alih sibuk sendiri, para siswa justru tampak tertarik dan penasaran mendengarkan cerita yang dibacakan, mata mereka berbinar mengikuti alur cerita yang disampaikan dan sering menanyakan terkait cerita yang dibacakan.
Setelah sesi membaca nyaring selesai, siswa dibagikan Kartu Cerita. Kartu Cerita merupakan sebuah lembar refleksi berwarna-warni yang mengajak mereka menuliskan judul buku, tokoh utama, sifat tokoh, pelajaran yang didapat, hingga memberikan rating bintang untuk cerita yang baru saja mereka dengar. Kartu Cerita dibuat berwarna dan bergambar untuk menarik minat siswa. Mahasiswa MMD memandu siswa dalam mengisi Kartu Cerita.
Momen paling ditunggu-tunggu tiba ketika siswa diajak menceritakan kembali isi cerita di depan kelas. Antusias yang luar biasa justru muncul ketika semua siswa dalam setiap kelompok ingin tampil di depan hingga akhirnya hompimpa menjadi jalan tengah yang adil. Dengan didampingi mahasiswa MMD, perwakilan siswa setiap kelompok memberanikan diri berdiri di hadapan teman-temannya dan menuturkan kembali cerita tersebut dengan bahasa mereka sendiri.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap siswa yang berani tampil mendapatkan hadiah kejutan yang dibungkus rapi dengan kertas kado. Meskipun sederhana, namun cukup membuat mata anak-anak berbinar penuh antusias.
Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang mendorong akses pendidikan inklusif dan berkualitas bagi seluruh anak. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam mendukung penguatan budaya literasi di tingkat desa.
“Melihat anak-anak begitu fokus mendengarkan cerita, berebut ingin maju, dan berani tampil di depan teman-temannya. Hal ini menjadi momen yang tidak akan mudah saya lupakan. Saya datang dengan niat sederhana: mengajak mereka menjelajahi dunia lewat cerita. Tapi justru merekalah yang mengajarkan saya bahwa keberanian tidak selalu butuh persiapan panjang. Hanya cukup dengan satu kesempatan dan sedikit dorongan. Semoga kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dan diterapkan menjadi salah satu kegiatan rutin di sekolah.