You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Kebalanpelang
Kebalanpelang

Kec. Babat, Kab. Lamongan, Provinsi Jawa Timur

KEBALANPELANG HEBAT BERMARTABAT PEMERINTAH ADIL, RAKYAT MAKMUR SEJAHTERA " KEBALANPELANG HEBAT BERMARTABAT "

MMD UB Optimalkan Potensi Tanaman Serai Sebagai Pestisida Nabati Guna Mengendalikan Hama di Desa Kebalanpelang

ABDUR ROMADLONI 05 Agustus 2026 Dibaca 2 Kali

 

KEBALANPELANG – Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 55 menggelar kegiatan sosialisasi serta pelatihan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar serai bersama Kelompok Tani (Poktan) Desa Kebalanpelang, Kecamatan babat, Kabupaten Lamongan. Sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan sebagai upaya penekanan penggunaan pestisida kimia sintetis yang berisiko merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat juga guna mengoptimalkan potensi manfaat tanaman lokal yang melimpah diwilayah desa. Kegiatan ini dilaksakan pada hari Jumat (17/7/26) yang dilaksanakan di Balai Desa Kebalanpelang.

 

Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati dari Ekstrak Serai

Inovasi ini memanfaatkan potensi metabolit sekunder berupa minyak atsiri yang terkandung melimpah di dalam tanaman serai. Senyawa aktif tersebut bekerja secara efektif sebagai repellent atau zat penolak alami yang tidak disukai oleh serangga pengganggu. Penggunaan ekstrak serai ini ditujukan untuk memutus ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sintetis yang berisiko merusak ekosistem, memicu resistensi hama, serta membahayakan kesehatan manusia jangka panjang.

 

Proses pembuatan pestisida nabati ramah lingkungan ini menerapkan metode ekstraksi maserasi atau perendaman dingin yang tergolong mudah serta ekonomis. Bahan baku utama berupa satu kilogram tanaman serai dihaluskan terlebih dahulu agar dinding selnya terbuka dan minyak atsiri terlepas secara optimal. Hasil serai halus tersebut kemudian dicampur dengan tiga liter air bersih di dalam wadah tertutup, lalu didiamkan selama 24 jam agar seluruh kandungan aktif terlarut secara sempurna sebelum disaring.

 

Pengaplikasian pestisida nabati di lapangan membutuhkan proses pengenceran dengan rasio dosis satu banding sepuluh. Petani dapat mencampurkan 100 ml ekstrak serai murni ke dalam satu liter air bersih sebelum dimasukkan ke tangki penyemprot. Penambahan satu sendok makan sabun cair untuk setiap satu liter larutan campuran juga diperlukan yang berfungsi sebagai perekat, sehingga ekstrak serai dapat menempel lebih lama pada permukaan daun dan tidak mudah luntur oleh terpaan angin maupun air.

 

Sosialisasi dan pelatihan ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), poin ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin ke-15 (Ekosistem Daratan). Melalui reduksi penggunaan bahan kimia sintetis, potensi paparan racun berbahaya pada petani maupun konsumen dapat dikurangi. Di sisi lain, praktik agroekologi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, meminimalkan pencemaran lingkungan, serta mendorong pola pertanian yang jauh lebih berkelanjutan.

 

Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati dari Ekstrak SeraiKegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati dari Ekstrak Serai

 

Sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian petani di Desa Kebalanpelang dalam memproduksi agroinput secara mandiri dan berkelanjutan. Sinergi antara keilmuan akademis dan kebutuhan riil masyarakat ini menjadi modal penting untuk memulihkan ekosistem persawahan. Terlebih lagi, peningkatan kualitas hasil panen yang bebas dari residu beracun akan memberikan nilai tambah bagi ekonomi dan kesehatan masyarakat desa.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image