Untuk menekan angka stunting, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 55 Universitas Brawijaya (UB) menggelar program kerja GENTING (Gerakan Cegah Stunting) di Panti PKK Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menyasar kelompok ibu balita yang memiliki balita usia 6-12 bulan, kader PKK, dan bidan desa sebagai bentuk pengabdian masyarakat sekaligus wujud dukungan dalam mencapai Sustainable Development Goals, khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penyediaan pangan bergizi berbasis bahan lokal secara mandiri, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan stunting sejak usia dini.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kelas Ibu Balita yang diselenggarakan oleh Puskesmas Babat sehingga edukasi kesehatan dapat disampaikan secara terpadu kepada ibu-ibu balita, ibu kader PKK, dan bidan desa yang hadir.
Acara dibuka dengan penyampaian materi parenting bagi ibu balita yang dibawakan langsung oleh Bidan Desa (Endang Sulistyoningsih, S.St) yang membahas pola asuh, sanitasi dan higienitas, dan pemantauan tumbuh kembang balita terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi dipandu oleh Azzura Vaga Yuswinanda Putri mengenai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan lokal dan bergizi serta demonstrasi memasak.
Dalam demonstrasi tersebut, pembuatan PMT lokal mengangkat menu dimsum dengan inovasi bahan lokal berupa daun kelor yang dipadukan dengan ayam, tahu, dan wortel. Kombinasi bahan tersebut dipilih karena kandungan gizi yang tinggi sekaligus mempertimbangkan akses yang mudah didapatkan oleh masyarakat desa, sehingga dapat dijadikan alternatif PMT lokal untuk mencegah stunting yang dibuat secara mandiri di rumah oleh ibu balita maupun PMT yang diberikan
melalui posyandu oleh kader PKK. Seluruh partisipan yang hadir juga berkesempatan untuk mencicipi rasa dari dimsum yang telah dibuat.
“Dimsum kelor ini dirancang agar mudah ditiru oleh ibu-ibu di rumah menggunakan bahan yang murah dan mudah dijangkau. Harapannya, inovasi PMT berbasis pangan lokal ini bisa menjadi kebiasaan baru dalam upaya pencegahan stunting di Desa Kebalanpelang,” ujar Azzura.
Sebagai penutup rangkaian acara, Kelompok 55 MMD UB menyerahkan booklet menu PMT lokal secara fisik kepada ibu kader PKK Desa Kebalanpelang untuk dijadikan panduan berkelanjutan. Selain itu, setiap ibu balita yang hadir turut menerima leaflet materi yang dillengapi dengan QR/barcode berisi soft file menu, sehingga informasi dapat diakses dan dipraktikkan kembali secara mandiri di rumah.
Bidan Desa (Endang Sulistyoningsih, S.St) dan kader PKK yang hadir turut memberikan apresiasi terhadap inovasi ini dan berharap kegiatan yang dilakukan dapat berkelanjutan, mengingat adanya pencegahan stunting memerlukan edukasi dan pendampingan yang konsisten kepada ibu-ibu balita.
”Kami berharap program GENTING ini tidak hanya menambah wawasan ibu-ibu mengenai pentingnya gizi seimbang, tetapi juga mendorong kemandirian keluarga dalam menyediakan makanan tambahan yang bergizi dan berbasis bahan lokal sebagai upaya nyata pencegahan stunting di Desa Kebalanpelang. Cegah stunting, itu penting!” kata Azzura selaku perwakilan anggota MMD 55 UB.